Bismillahirrahmanirrahiim
Berikut adalah salah satu summary yang disampaikan oleh salah satu teman dalam sebuah majlis. Beliau menyampaikan dari materi Taujih ustadz yang pernah beliau simak.
Tak terasa sebentar lagi Ramadhan pada tahun 2025. Insya Allah akan masuk pada tanggal 1 Maret 2025.
Bagaimana dengan persiapan kita?
Jangan sampai kita lalai dan lupa. Jangan sampai kita merasa ini adalah hal biasa, sehingga kita tidak mempersiapkannya dengan baik.
Hal-hal berikut bisa menjadi renungan untuk kita di penghujung bulan Sya'ban ini dan menyambut bulan Ramadhan.
1. Lupa bertawakkal kepada Allah
Bisa jadi bagi kita, menyambut bulan Ramadhan sudah kita mulai dengan mempelajari teori dan hal-hal yang misalnya terkait dengan fiqh puasa. Namun kita lupa bertawakkal kepada Allah. Kita lupa bahwa segala hidayah itu dari Allah, dan keberkahanpun berasal dari Allah. Maka jangan sampai perasaan kita bahwa kita telah mengetahui dan memahami seluk beluk puasa, apalagi sudah sekian kali melewatinya membuat kita jumawa. Seharusnya kita tetap bertawakkal dan bermohon kepada Allah agar dapat menjalani ibadah selama puasa Ramadhan dengan lebih baik dan meraih derajat Taqwa sebagaimana yang dijanjikan.
2. Lupa membuat perencanaan jadwal dan amalan selama Ramadhan
Bisa jadi kita sudah merasa terbiasa dengan bulan Ramadhan yang setiap tahun sebelum ini bisa kita lalui. Sehingga kita tidak membuat perencanaan khusus tentang amalan dan target ibadah serta kegiatan kita di bulan Ramadhan kali ini. Jangan sampai kita melewatkan momen Ramadhan hanya karena tidak membuat perencanaan. Tentu kita tidak ingin bulan penuh berkah ini berlalu sedangkan kita tersibukkan dengan dunia belaka.
3. Lupa memperhatikan masalah hati
Lupa yang ketiga ini juga berbahaya. Bisa jadi kita telah mempelajari pengetahuan tentang puasa, telah membuat perencanaan tentang amalan yang akan kita lakukan di bulan Ramadhan. Tapi kita lupa melibatkan qalbu kita di dalam nya. Kita lupa untuk bersukacita dalam menyambut bulan ini. Kita lupa menghadirkan hati kita, sehingga terasa kering dan rutinitas belaka.
4. Lupa untuk bertobat atas dosa-dosa sebelumnya
Menyambut bulan yang berkah ini maka kita harus segera memulai Tobat kita saat ini dan sekarang ini juga. Jangan sampai kita lalai dan lupa membersihkan diri kita dengan bermunajat dan memohon ampunan dari Allah SWT. Semoga dengan pembersihan diri ini, maka kita bisa memiliki frekuensi yang sama dengan bulan mulia yang sedang kita nantikan kedatangannya ini.
5. Tidak berani memprioritaskan akhirat selama bulan ramadhan
Selama bulan ramadhan nanti bisa jadi pekerjaan dan urusan-urusan dunia kita tidak berkurang bobot dan tekanannya. Maka berpandailah dalam memaksimalkan waktu yang kita miliki. bertekadlah untuk mengutamakan urusan akhirat kita daripada urusan dunia. Maka yakin lah urusan dunia itupun akan terselesaikan jua atas izin Allah swt.
6. Gagal menghadirkan rasa "bisa jadi ini ramadhan terakhir kita"
Dan satu hal lainnya yang tak kalah penting adalah, jangan sampai kita gagal dalam menghadirkan rasa "BISA JADI INI ADALAH RAMADHAN TERAKHIR KITA". Jika ini terjadi, maka bisa membuat kita bermalas-malasan dan menunda memaksimalkan ibadah dan tobat kita. Seadngkan kita tidak tahu apakah kita masih akan berjumpa lagi dengan Ramadhan selanjutnya. Maka dari itu beribadah lah semaksimal mungkin seolah-olah ini adalah ramadhan terakhir kita.
Semoga kita bisa menyambut ramadhan 2025 M ini denghan sukacita dan persiapan yang matang zahir dan batin. Insya ALLAH.
Ya Allah, berkahilah kami di bulan Sya'ban dan sampaikanlah kami ke bulan Ramadhan, Aamiin YRA
0 comments:
Post a Comment